mb ipb blogs Blog.mb.ipb.ac.id

June 26, 2010

Revitalisasi Industri Susu melalui Revolusi Putih

Filed under: Artikel,Trobos — admin @ 10:34 am

Tema peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) (25 Januari) pada tahun ini adalah “Gizi Mutakhir untuk Pertumbuhan dan Kecerdasan Anak”. Ini sangat menarik karena kualitas gizi masyarakat merupakan salah satu komponen penting bagi peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM). Kualitas SDM—sebagaimana digunakan United Nation for Development Program (UNDP) untuk mengukur kualitas sumberdaya manusia (Human Development Index/HDI)—ditentukan oleh tiga komponen, yaitu tingkat pendapatan atau daya beli, tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan.

Berdasarkan data statistik HDI,Indonesia menduduki peringkat ke 109 dari 179 negara yang diukur. Peringkat itu lebih rendah dibandingkan dengan negara tetangga seperti Brunei (peringkat 27), Singapura (28), Malaysia (63),Thailand (81), China (94) dan Filipina (102). Pencapaian Indonesia pada 2008 hanya lebih baik dibandingkan dengan Vietnam yang menduduki peringkat 114.

Artikel lengkapnya : Februari-2009-(hal.-60-61)
Sumber : Majalah Trobos

Tantangan dan Peluang Peternakan di Tengah Krisis Finansial Global

Filed under: Artikel,Trobos — ariefdaryanto @ 9:35 am

Krisis finansial global yang terjadi pada tahun 2008 mengantarkan Indonesia membuka lembaran ekonomi yang penuh dengan potret buram pada tahun 2009. Salah satu potret buram tersebut adalah pertumbuhan ekonomi yang melambat. Pada tahun 2009, perekonomian Indonesia diperkirakan akan tumbuh sebesar 4-5% saja. Padahal sebelumnya, pada 2008 bisa tumbuh di atas 6% per tahun. Sebagai sektor penghasil pangan strategis, peran dan prospek peternakan ke depan akan tetap tumbuh meskipun dengan laju pertumbuhan yang melambat. Masalah besar dalam perekonomian makro terkait dengan krisis pangan, energi dan keuangan global (global food, feed, fuel and financial crisis) atau yang sering disebut 4F. Ke depan yang perlu diantisipasi adalah adanya (a) laju inflasi meningkat signifikan, (b) daya beli melemah akibat tingginya inflasi, (c) neraca keuangan pemerintah tertekan akibat semakin besarnya subsidi pada harga jual komoditas di pasar  domestik, dan (d) pasar keuangan tertekan sehubungan dengan prospek ekonomi yang menurun dan resiko investasi yang meningkat.

Artikel lengkap : Januari-2009-(hal.-62-63)
Sumber: Majalah Trobos

Powered by WordPress