mb ipb blogs Blog.mb.ipb.ac.id

June 26, 2010

Arief Daryanto Awalnya Menolak

Filed under: Berita — admin @ 8:27 am

Menengar testimoni diatas Dr. Ir. Arief Daryanto, M.Ec mengatakan, hari ini adalah hari yang sulit bagi saya. Karena bila untuk menyampaikan kuliah, tanpa persiapan saya yakin saya bisa menyampaikannya dengan baik. ”Namun bila untuk menyampaikan testimoni, saya gelisah hingga tadi malam tidak bisa tidur”, kata Arief mengawali sambutannya. Saya mengikuti ESQ Eksekutif angkatan 38 yang digelar pada Agustus 2005. Awalnya sering diajak oleh istri namun selalu menolak. “Tidaklah, nilai-nilai ESQ itukan sudah ada dalam diri saya dan sudah saya lakukan”, katanya waktu itu.

Istrinya tidak menyerah. Kemudian, istrinya mengikutkan anaknya yang pertama, kedua dan ketiga. Setelah seluruh keluarga menjadi alumni, akhirnya seluruh keluarga itu, meminta Arief untuk ikut ESQ training. Setelah itu, Arief baru menyerah dan mengikuti ESQ Training. Namun karena tidak atas kemauan sendiri, Arief mengikuti ESQ training dengan malas. Tetapi sesampai diruangan, setelah melihat Ary Ginanjar Agustian menyampaikan nilai-nilai ESQ, Arief menjadi bersemangat. Dan setelah itu, ternyata nilai-nilai ESQ mempengaruhi langkah-langkahnya dalam menjalani hidup.

“Saya katakan kepada istri saya terima kasih, telah mengingatkan saya. Terus-terang selama ini saya memandang rendah ESQ. Nilai-nilai ESQ tidak datang dengan sendirinya, tetapi nilai-nilai ini butuh forum untuk terus selalu membangkitkannya. “Dan di ESQ Training inilah tempatnya”, ujarnya.

Peranan ESQ dalam pendidikan

Selama ini dalam sistem pendidikan kita, kita hanya menekankan pada sisi IQ atau hard skill. Sedangkan untuk sisi EQ atau soft skill masih lemah. “Padahal soft skill itu jauh lebih penting”, katanya. Fenomena ini juga ia rasakan di lembaga yang ia pimpin. Dan lebih mendasar dari IQ dan EQ yaitu SQ sebagai sumber inspirasi, inovasi dan kreasi adalah suatu yang absolute dibutuhkan manusia untuk maju.

Sebagai contoh, lulusan MB IPB itu, memiliki kemampuan daya intelektual, dan daya analisis yang baik. Namun bagaimana mereka mampu menjalin bekerjasama, menjual ide dan meyakinkan pihak kedua, dirasa masih kurang. Di ESQ, kita diingatkan, bahwa inovasi, dan kreasi itu datangnya dari dalam. Yaitu dari suara hati. Dan setelah diolah dan dipikir masak-masak, Saat ini MB IPB memadukan antara Hard skill dan soft skill. 70 Hard skill dan 30 Soft skill. Saptono Adi Muryanto

Sumber: gopanindonesia

Pertanyaan untuk Dr. Ir. Arief Daryanto, MEc. Direktur MB-IPB

Filed under: Berita — admin @ 8:19 am

Jurnal Bogor, 1 March 2010

Masalah Utamanya SDM
Dunia akademis seolah sudah menjadi kecintaan bapak tiga anak ini. Betapa tidak, sejak menyelesaikan pendidikan sarjananya, ia langsung mengabdikan diri di dunia pendidikan hingga saat ini. Namun, tak hanya bergelut dalam satu bidang saja, penulis buku ‘Dinamika Daya Saing Industri Peternakan’ ini juga aktif dalam berbagai organisasi. Lantas, apa yang melatarbelakanginya untuk menggeluti bidang ini? Simak penuturan Dr. Ir. Arief Daryanto, MEc. Direktur Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB-IPB) yang juga pernah menjadi wali kelas Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono ketika menjadi mahasiswa program S3 di IPB, kepada Wartawan Jurnal Bogor Nadia Yuliana.
Apa misi yang Anda emban dalam jabatan saat ini?
Saya ingin menjadikan MB-IPB ini sebagai lembaga pendidikan pascasarjana yang mampu menumbuh kembangkan SDM dalam menangani persoalan manajemen dan bisnis dalam bidang resource based industry baik di kancah nasional maupun internasional.

Daptkah Anda jelaskan visi MB-IPB?
Visi MB-IPB adalah menyelenggarakan pendidikan pascasarjana yang berkualitas dengan penguasaan utama pada kemampuan dan ketrampilan manajerial di bidang agribisnis dan resource based industry, menghasilkan lulusan yang bermoral, tangguh, berjiwa pemimpin, berwawasan luas bagi pengembangan lembaga bisnis, pendidikan atau birokrasi, mendorong terciptanya SDM yang profesional, bertanggung jawab, memiliki enterpreneurial skills, serta mampu dan trampil dalam berkomunikasi secara efektif, dan menyelenggarakan aktifitas akademik unggulan dalam membina perwujudan pembelajaran kontinu bagi para pengelola perusahaan (Executive Development Program).

Lalu, apa saja program yang ditawarkan dan apa program yang paling populer?
MB-IPB sejak didirikan pada 1992 tidak mempunyai variasi program, tetapi fokus pada satu pogram unggulan, yakni Magister Manajemen Agribisnis dan sejak tahun 2005 di mana  MMA-IPB dielevasi menjadi MB-IPB. Program ditambah dengan program Doktor Manajemen Bisnis. Untuk MMA ada 9 bidang konsentrasi yang dapat dipilih, sedangkan untuk DMB ada 4 bidang, tetapi seluruhnya tetap berada di bawah payung yang sama, yaitu MM Agribisnis di tingkat Master dan Manajemen Bisnis di tingkat Doktoral. Selama ini bidang konsentrasi yang paling populer dipilih mahasiswa di tingkat Master adalah Manajemen Strategik, Manajemen Pemasaran,  Manajemen SDM dan Manajemen Finansial. Sedangkan Program Doktor sejauh ini hanya menawarkan empat bidang konsentrasi, yaitu Manajemen Agribisnis, Manajemen Strategik, Manajemen SDM dan Manajemen Finansial.

Lantas kontribusi apa yang ingin diberikan oleh MB-IPB?
MB-IPB ingin menghasilkan SDM yang berkualitas dan berintegritas untuk berbagai lini bisnis, khususnya sektor agribisnis, membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya sektor agribisnis bagi kesejahteraan bangsa, dan melahirkan berbagai konsep pengembangan agribisnis yang dapat dikembangkan di Indonesia. Untuk merevitalisasi kembali sektor pertanian diperlukan pandangan baru dari para stakeholders sektor pertanian baik itu penentu kebijakan, pelaku bisnis (termasuk petani), ilmuwan dan pengamat dan masyarakat secara menyeluruh.

Bagaimana pandangan Anda terhadap masalah yang dihadapi oleh bangsa ini terkait dengan kualitas Sumber Daya Manusia?
Dalam masalah kualitas ini saya melihatnya disebabkan oleh tiga hal utama. Pertama, komitmen pemerintah untuk mengalokasikan anggaran pendidikan yang memadai sebagai investasi jangka panjang. Anggaran pendidikan sebesar 20 persen baru direalisasikan tahun ini dan dampaknya mungkin baru kita rasakan 10-15 tahun yang akan datang. Kedua adalah masalah mismatch antara SDM yang dibutuhkan oleh bangsa dan dunia usaha dengan SDM yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan. Serta faktor ketiga adalah keseimbangan sistem remunerasi berbagai bidang pekerjaan. Bidang-bidang yang misalnya dibutuhkan oleh bangsa seperti peneliti dalam bidang ilmu-ilmu dasar tidak mendapatkan penghargaan yang menarik.

Menurut Anda, apa yang menjadi ‘pekerjaan rumah’ bagi para pemimpin negeri ini untuk menjawab tantangan kompetisi global yang mengandalkan kualitas SDM?
Menurut saya PR bagi pimpinan negeri ini untuk menjawab tantangan kompetisi global yang mengandalkan kualitas SDM adalah yang pertama membangun kesadaran bersama akan pentingnya investasi yang bersifat jangka panjang dalam pengembangan SDM ini. Ini bukan hanya tugas Depdiknas saja, melainkan tugas semua pihak.

Selain itu?
Ya, selain itu adalah sistem pendidikan dan pengajaran yang harus dievaluasi agar lebih kompetitif di era globalisasi. Pendidikan di Indonesia mempunyai kualitas  yang belum sesuai dengan kebutuhan mereka pada saat kelak memasuki dunia kerja. Hal terakhir adalah bagaimana menciptakan SDM yang cerdas tetapi juga berintegritas.

Buku Anda yang berjudul ‘Dinamika Daya Saing Industri Peternakan’ menjadi salah satu buku terlaris di Gramedia. Dapatkah Anda jelaskan?
Alhamdulillah, buku saya menjadi buku terlaris di Gramedia Bogor, dan menjadi Best Seller di seluruh Indonesia. Buku itu dicetak pertama kali pada Oktober 2009, lalu cetakan kedua pada Desember di tahun yang sama. Isinya mengenai peranan agribisnis peternakan dalam pembangunan, strategi peningkatan minat generasi muda terhadap bidang pertanian dan ‘Lesson Learnt’ peningkatan daya saing industri peternakan di Cina, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan dinamika dunia peternakan.

Selain menggeluti bidang akademis, adakah kegiatan Anda yang lain serta apa hobi Anda?
Ya, selain di dunia akademis, saya juga aktif di beberapa organisasi. Di antaranya koordinator alumni University of New England (UNE), Australia, Sekjen Himpunan Alumni IPB, dan Ketua Komite SMPN 5 Bogor . Saya juga aktif menulis di berbagai media dan menjadi narasumber dalam seminar atau lokakarya nasional dan internasional. Saat ini saya menjabat Dewan Redaksi di majalah TROBOS. Hobi saya adalah travelling dan wisata kuliner.

=nadia yuliana Iskandar/jurnal bogor
Sumber : Jurnal Bogor

June 11, 2010

Hello world!

Filed under: Berita — admin @ 7:29 am

Welcome to Blog.mb.ipb.ac.id. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Powered by WordPress